Tolong kasih aku nasehat bun
Laki2 egois sering lupa bahwa istrinya bukan tumbuh dari simsalabim langsung gede, melainkan dibesarkan dengan cinta yang sama besarnya oleh orang tuanya. Kenapa sulit bagi laki2 mengakui kesalahan orang tuanya? Apa karena egonya yang tinggi. βKenapa hanya istri yang harus selalu maklum? Bagaimana dengan luka yang istri tanggung? Jika orang tua si istri tahu perlakuan yang diterima anaknya, apa kamu yakin mereka bisa terima dan gak kecewa? Aku sering dibilang bicara tanpa berpikir setiap kali aku mencoba mengungkapkan rasa sakitku, meskipun aku sudah mengemasnya dengan kalimat yang sopan. Tapi respon yang kudapat dia menganggap aku hanya menjelek2kan. Bener anak perempuan kalo sudah menikah jadi tanggungjawab suaminya. Tapi bukan berarti harus manut kalo disakiti kn? Coba kasih aku nasehat bun



