Privacy PolicyCommunity GuidelinesSitemap HTML
Download our free app
89.5 K following
Hernia umbilikalis
Bunda bunda ada yang punya pengalaman anaknya terkena hernia juga bun? Anak saya 23 bulan di diagnosa hernia umbilikalis. Kata dokter sebaiknya di operasi kecil tapi saya masih ragu bun. Tolong sharing pengalamannya bunda#mohonbantujawabbunda #Sharingdong_Bund
Hamil lagi
Bunda... ada yg sama ga nih, HPL feb 2024. udh ada yg hamil lg belum? aku Bulan ini hamil lg, si bayi baru 16 bulan.. eh testpack udh garis 2 samar.. sedih + seneng rasanya galau bangettt.. #mohonbantujawabbunda
Pup bayi warna kuning kehijauan kadang kecoklatan dan seperti berlendir
Pup bayi warna kuning kehijauan kadang kecoklatan dan seperti berlendir pada bayi umur 1 bulan 28 hari apa normal yah bun?#SeriusTanya
14 Minggu hari 2
Ada yg sama ga bun TM 1 nafsu makan normal²aja cuma mual muntah parah, TM 2 ga nafsu makan masih mual jugaa dan mulut rasanya pait terus
Sakit gigi
bund ada ga disini selama menyusui sakit gigi,saya hampir tiap hari sakit gigi.
Hpl 26 januari
Dari awal hamil smpe skrng 37 week masih takut hb ,,tapi biar mancing kontraksi apakah harus hb bund aku hpl 26 januari #bantusharing
Kenapa hamil 8 bulan keputihan aku banyak sekali sarannya bun untuk menghilangkan keputihan
#mohonbantujawabbunda
Halo bunda2, apakah ada anak nya yg tangan nya seperti ini, ini kira2 kenapa ya bund?
pernikahan toxic
ibu-ibu izin curhat karena gak tau mau cerita kesiapa. aku dan suami sudah menikah 4tahun, punya anak laki2 usia 2tahun. dari awal nikah sampe sekarang kami masih tinggal dirumah ibuku. kalo ditanya kenapa gak pisah rumah? karena ibuku janda sendirian dan aku juga bekerja jadi aku butuh ibuku untuk bantu ngasuh anak. orangtua suami sudah cerai, ibu mertua meninggal tengah tahun ini dan pak mertua sedang sakit stroke di desa dan diurus sama istri baru nya. suami punya adik perempuan, umur 20tahunan masih kuliah dan biaya hidup nya kami yg tanggung. sampe adik ipar ku gabung ikut KK kami dan ini di setel dari awal sama suami tanpa izin atau diskusi dulu sama aku. awal2 pernikahan aku dan suami baik2 aja, tapi setahun ini aku merasa pernikahan kami mulai toxic. aku dan suami sering berantem dan diem2an dari hal kecil sampe hal besar. aku dan suami juga mulai banyak hutang karena suami kuliah S2, sampe pernah didatangi debt colector pinjol kerumah, dan pinjaman nya atas namaku karena nama suami bi checking nya sudah jelek. hutang pinjol itu senilai 7juta dilunasi oleh kakak ku, karena waktu itu kebetulan yg ngadepin debt collector nya ibuku pas kami lagi gak dirumah. terus kami juga punya hutang sekitar 30juta ke kakak ku, ini untuk modal usaha dan biaya berobat anak (anakku tounge tie+fimosis dan BB nya setahunan ini gak naik) semua hutang itu belum dilunaskan. kami gak bisa nolak uang pinjaman itu karena sebelum mengiyakan tawaran kakak ku kami sudah berusaha keliling cari pinjaman. tapi yg bisa nolong waktu itu emang cuma keluarga ku dan itu opsi satu2 nya. dan keluarga suami gak tau kalau kami punya hutang sebesar itu. suami gak bolehin aku kasih tau mereka. aku berusaha menjaga harga diri suamiku dihadapan keluarga nya karena suamiku bisa dibilang tulang punggung. suamiku sendiri juga gak mau keluarga nya dan orang dikampung tau tiap kami lagi kesulitan. aku selalu berusaha menampilkan rumah tangga kami yg baik2 aja, karir suami yg sukses, keuangan yg lancar tanpa mereka tau kalau tameng dibaliknya adalah kelurga ku. aku gak pernah permasalahkan ini. pas ibu mertua sakit stroke dan di ranap di RS pun aku juga ikut bantu, kakak ku bantu biaya, ibu kandung ku tiap hari bolak balik RS nganterin makanan dan ikut jaga di RS. karena mereka kasian sama suamiku yg selalu pontang panting sendirian. Lalu masalah mulai muncul karena di fase ekonomi yg lagi gak baik2 aja adiknya suami mulai banyak tingkah. dia mulai berani minta hp iphone karena sepupu2 dan teman-teman nya semua pakai iphone. suami gak tega lihat adiknya nangis, akhirnya aku jual perhiasan emas ku buat adiknya beli iphone. waktu itu aku benar2 ikhlas jual, dan suami pun janji mau gantiin. tapi yg bikin sakit ternyata suami bilang ke keluarga nya kalau iphone itu dibeli pakai uang tabungan adiknya, bukan dari emas yg kujual. dari awal memang aku yg gak keberatan untuk ikut ngurusin adiknya. karena kupikir aku juga punya kakak, dan sampai hari ini kakak ku banyak bantu finansial ku dan rumah tanggaku. tapi lama2 aku jadi muak sendiri. aku merasa baik iparku dan suami sama2 berlebihan. ipar mulai banyak merengek tentang hal apapun, seakan semua masalah dan urusan nya harus jadi urusan kami. suamiku pun mulai berlebihan tiap kali kami jalan2 cuma bertiga ataupun sama oranglain suami selalu murung karena mikirin takut adiknya nangis kalau gak diajak senang2. dan suami pun selalu melarang aku untuk posting2 kalau lagi jalan2 karena takut lagi adiknya nangis. dan terakhir puncak masalah nya kemarin. aku sengaja iseng buka tesis suami, dan di kolom persembahan nya tertulis namaku, anakku dan nama adik ipar. aku protes ke suami harus ikut menyertakan tulisan "keluarga besar" (gak harus ditulis nama nya satu2 cukup keluarga besar aja) karena menurutku adik ipar gak ada kontribusi apapun dalam perjalanan S2 suami. malah ibu dan kakakku yg banyak bantu dalam hal apapun. jadi gak adil kalau cuma nama adiknya yg ditulis. walau keluarga nya meragukan dia sekolah lagi dan sama sekali gak dukung tapi dia tau keluarga ku dukung 100%. saat ngomong ini aku sudah gak lagi mikirin harga diri suami karena aku udah muak jaga apapun dirumah tangga ini. dan juga ku tambahkan lagi walau nama adik ipar suami ada di KK kami tapi gak otomatis dia jadi bagian dari rumah tangga ini. rumah tangga kami isi nya cuma suami, aku dan anakku. kalaupun adik ipar harus masuk di barisan kami berarti ibuku, kakak ku dan semua keluarga nya juga harus ikut. tapi sepertinya suami marah dia sinis dan cuma bicara seperlu nya sama aku. emang salahku dari awal aku tau keluarga suami berantakan tapi aku tetap mau. karena suami janji dari sebelum kami nikah kalau gak akan bawa2 aku kedalam masalah keluarga nya. tapi makin kesini aku sadar kalau dalam rumah tangga semua urusan dan masalah suami otomatis juga jadi urusan dan masalahku. aku jadi agak menyesal dengan pilihan ku dan makin hari rumah tangga ini terasa makin berat. dan yg bikin aku muak lagi dari awal menikah suami dan ibuku sering selisih paham, aku anggap nya dulu hal biasa karena banyak juga menantu yg serumah sama mertua berselisih paham. aku selalu jadi penengah dalam perselisihan itu. dan tiap suami protes kalau ada yg gak disukai dari sikap ibuku atau dari cara ibuku ngasuh anak kami aku juga selalu mau jadi penengah dan ibuku mau berubah. tapi yg bikin aku marah setiap aku protes masalah adik nya atau keluarga nya suamiku gak mau jadi penengah. dia cuma bilang iya nanti disampaikan tapi gak pernah benar2 menyampaikan. dan aku juga capek suami selalu protes masalah ibuku ngasuh padahal aku gak pernah protes kalau ibu kandung nya sendiri dari anakku lahir sampe ibu nya mati gak pernah sekalipun gendong ataupun hadiah. aku selalu maklumi karena dia dan ibu nya punya masalah sejak ortu nya cerai. aku capek suamiku dan keluarga nya selalu minta di maklumi dan suami sama sekali gak mau maklumi keluarga ku tentang hal sekecil apapun. padahal tiap kamu kesusahan selalu keluarga ku yg bantu. suamiku ku setiap diajak ngobrol dia merasa udah usaha banyak untuk rumah tangga ini. dia sudah kerja keras, mengusahakan aku dan anakku gak kurang (walau nyata nya kami masih banyak utang), dia udah berusaha melebihi kapasitas dan ekspetasi orang2. suami menganggap dia sudah menjalankan kewajiban nya menafkahi dengan baik. tapi menurutku nafkah itu bukan cuma tentang dia kasih aku uang yg banyak. tapi dia gak pernah tanya perasaan ku gimana, mental ku gimana. dan dia gak pernah merasa bersalah aku yg dari kecil di didik serba cukup dan punya background keluarga cemara ini harus banyak nerima masalah keluarga nya yg seharusnya gak jadi salahku. contoh nya urus orangtua nya yg stroke, urus adiknya yg manja dan gak bisa mandiri. emang salahku dari awal bodoh mau nerima dia. dan sekarang aku mau bertahan tapi hati ini gak kuat tiap hari. mau pisah tapi mama dan kakak ku bakal lebih sedih lagi lihat aku jadi janda.
Wmank belum bisa bicara
Adakah mommy yang anaknya belum bisa bicara? Lahir februari 2024 baru bisa ngomong bapa, mama #mohonbantujawabbunda #Sharingdong_Bund #bantujawab #firstmom #sharing #please_help